Tuesday, October 4, 2016

Ketut Santosa di Yogya & Lukis Kaca Nagasepaha Singaraja Bali

Ketut Santosa merupakan keturunan langsung Jero Dalang Diah yuang telah meletakkan dasar pertama lukis kaca gaya tradisional di Nagasepaha. Demikian juga dengan Ketut Sentosa sejak tahun 2009 mulai meletakkan dasar seni lukis kaca kritik sosial walaupun tidak meninggalkan seni lukis wayang tradisonal yang sebagai pijakan awalnya.

Pada awalnya motif yang dikembangkan (1927) adalah berciri klasik. Akan tetapi generasi berikutnya yaitu sejak tahun 2000 mulai dikembangkan dengan tema sosial, budaya, politik, kartun. Pengembangan tema lukisan tersebut didasarkan atas riset dari Undiksa yang berusaha menciptakan ketertarikan yang lebih umum (global). Meskipun demikian motif klasik tetap dipertahankan.

Studio milik I Ketut Santosa ini sudah beberapa kali menjadi ajang PKL, salah satunya dari siswa UNIKSA Jurusan Seni Rupa di Singaraja dan juga ISI Denpasar. Untuk mempertahankan seni lukis kaca ini, I Ketut Santosa telah mengkader salah satu putranya yang bernama Made Wijana.

Selain itu I Ketut Santosa juga diminta untuk mengajar di sekolah. Terdapat 2 sekolah yang meminta dirinya untuk memberikan pelajaran ekstra kurikuler. Kedua sekolah tersebut adalah SDN I Nagasepaha dan SMP III Sukasada.

Selain kedua sekolah tersebut sebetulnya masih ada beberapa sekolah yang meminta dirinya untuk mengajar. Akan tetapi karena terbatasnya waktu maka baru 2 sekolah saja yang dapat tertangani.

Dalam sebuah kesempatan yang baik, Ketut Santosa pada saat menggelar pameran di Galeri ISI Yogyakarta NOvember 2012 yang lalu menyempatkan untuk menginap semalam di studio Lukis Kaca. Ia melakukan kerja praktik melukis kaca dan berhasil membuat dua buah karya.

Satu karya berupa lukis kaca yang dikerjkan secara pribadi yang bertajuk Yuk Kuliah!!! (21x29cm, 2012) dan satu lagi kerja kolaborasi bersama pelukis kaca Rina Kurniyati dengan judul Membeli Mobil 1 Milyar dengan Lukisan. Kesempatan ini sempat diabadikan dan kini bisa disajikan pada situs ini sebagai ilustrasi.

Selama dua hari di Studio Lukis Kaca Yogyakarta, ia banyak memberi informasi perihal jerih payahnya selama ini ketika mengelola sejumlah kerja melukis kaca. Ia yang juga sebagai penjaga sekolah dasar tersebut juga sempat pula membantu bersih-bersih studio. dari kerja praktiknya di Yogya ini, Ketut Santosa terlihat sangat terampil membuat karya.

Terbukti dua buah karya yang dikerjakan ini dimulai pada sore hingga menjelang siang. Tentu saja sempat berhenti untuk istirahat malam. siang hari berlanjut dengan praktik mengecat desain yang telah dilukiskan pada kaca.

Tampak sekali ia senang dengan kerja kali ini di Yogya. Kami sampai pula melakukan kunjungan wisata ek kota Yogyakarta sambil menonton pameran tunggal Pelukis almarhum Tino Sidin di Gedung Bank Indonesia Yogya.

Dalam kesempatan ini Ketut Santosa mendapat kenang-kenangan berupa alat kerja melukis kaca. Dua lukisannya kini terpampang di studio lukis kaca. Semoga kerja Ketut Santosa makin bagus dan memberi inspirasi bagi orang lain.

Sumber: http://mikkesusanto.jogjanews.com/ketut-santosa-di-yogya-lukis-kaca-nagasepaha-singaraja-bali.html

0 comments:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Post a Comment