Tuesday, September 27, 2016

fungsi hias dari lukis kaca

Percantik Rumah dengan Kaca Dekoratis MENAMPILKAN rumah supaya unik dan menarik bisa dilakukan dengan penggunaan kaca dekoratif di rumah. Kenali fungsi dan bentuknya sertasesuaikan dengan interior rumah. Rumah umumnya identik dengan pintu, jendela, dan komponen lainnya. Jenis material yang digunakan pun kian beragam, salah satunya kaca. Secara fisik, melalui kaca, ruang menjadi terbatasi dengan area lain, walaupun bersifat hanya secara visual. Seiring perkembangan zaman, teknologi kaca dan pembuatannya menjadi kian beragam. Kini berbagai jenis kaca dekoratif mulai sering digunakan, namun disesuaikan dengan fungsi dan kadar privasi ruangan yang ingin diciptakan. Dari yang tembus pandang, sedikit menerawang, berbayang, hingga samar-samar dan tidak kelihatan. Selain itu, fungsinya pun hanya terbatas pada area bangunan-bangunan tertentu, seperti gereja dan masjid. Kini, penggunaan kaca pun sering dipergunakan di rumah. Dilihat dari jenisnya, kaca dekoratif dibagi menjadi beberapa macam, antara lain stained glass, kaca es, melton glass, opalescent glass, wisspy glass, kaca air, dan kaca tempered. Dari berbagai jenis kaca tersebut, si penghuni dapat menggunakannya sesuai kebutuhan dan selera. Menurut arsitek Probo Hindarto, kaca dekoratif banyak digunakan memberikan nilai lebih pada estetika. Hal ini karena jenis kaca dekoratif lebih mahal dan memiliki tampilan atau kesan yang lebih dibandingkan kaca biasa. Misalnya kaca patri, digunakan untuk menambahkan efek cahaya dari bias sinar matahari yang masuk melalui jendela atau bukaan lainnya. Kaca dekoratif juga bisa digunakan untuk jendela dan penyekat. Karena itu, pengaplikasiannya memang harus hati-hati. Probo menjelaskan, sesuai dengan sifatnya yang dekoratif atau berhias, memang lebih sesuai digunakan untuk rumah dengan tema atau gaya yang juga berhias, seperti rumah model klasik, mediterania atau etnik. ”Bila dipakai untuk rumah dengan gaya modern atau minimalis maka bisa membuat gaya rumah itu tidak konsisten, bahkan kacau,” tambahnya. Selain itu, lanjut Probo, pola atau gambar yang lazim digunakan bermotif floral, binatang atau motif klasik. Yang sifatnya menyenangkan dan menenteramkan untuk dilihat. Hal serupa juga diungkapkan arsitek Dwi D Noviantoro. Menurutnya, karena harganya yang relatif mahal, jadi tak bisa dipasang di mana saja. Biasanya kaca dekoratif diletakkan pada bagian yang merupakan point of interest dari bangunan atau hunian tersebut. Misalnya pada pintu utama, area sudut atap, ataupun ruang (area) tangga utama. Area-area yang disebut tadi, biasanya terlihat dari luar rumah. ”Untuk pintu, kaca yang digunakan biasanya motif sulur atau floral, hal tersebut sudah cukup sesuai, sedangkan untuk jendela bisa digunakan kaca dekoratif motif floral, atau binatang, atau gambar lainnya misalnya gambar pemandangan,” timpal Probo. Tak hanya untuk elemen eksterior, saat ini pemakaian kaca pun menjadi berkembang. Terbukti, saat ini banyak juga yang menggunakan kaca dekoratif sebagai elemen interior. Ambil contoh, sebut Dwi, area perkantoran kantor-kantor khususnya daerah lobi, backdrop receiptionist, dan area meeting. Sementara untuk rumah tinggal, kaca dekoratif biasa digunakan sebagai partisi pemisah ruang. Motifnya bisa disesuaikan dengan atmosfer dan tema yang akan diwujudkan, serta disesuaikan dengan fungsinya. (nsa) Sumber : Okezone

0 comments:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Post a Comment