Tuesday, September 20, 2016

Pameran Lukisan Kaca 'Penjinak Kaca' Dibuka Besok

Tribun Jogja
Kamis, 10 Juli 2014 11:42
    
Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Empat perupa dari empat daerah yang berbeda akan unjuk bakat dalam Pameran Lukisan Kaca bertajuk Penjinak Kaca. Empat perupa tersebut antara lain Ketut Santosa dari Bali, Hadi Koco dari Surabaya, Rina Kurniyati dari Yogyakarta, dan Nugroho dari Magelang. Pameran akan digelar mulai Jumat (11/7) hingga Senin (11/8) di Tembi Rumah Budaya, Desa Sewon Bantul. Pembukaan akan diadakan Jumat (11/7) oleh pecinta seni, Syakieb Sungkar.
Pameran ini akan membuktikan bahwa seni lukisan kaca di Indonesia tidak mengalami kemunduran. Di tangan para pelukis muda ini lukisan kaca berkembang melampaui kebiasaan, konvensi, proses teknik yang selama ini terjadi. Empat perupa ini tidak melawan arus, tetapi mereka menciptakan 'kawasan' kreatif tersendiri. Mereka inilah gambaran seni lukis kaca kontemporer Indonesia.
Dalam perkembangan seni, lukisan kaca telah dikenal sejak lama. Lukis kaca telah berkembang lebih dulu daripada lukisan modern berupa cat minyak. Lukisan ini mencapai perkembangan pesat antara tahun 1910-1960-an. Lukisan kaca dikembangkan oleh para seniman di segala penjuru dunia, dan kini telah membentuk gaya dan tradisi masing-masing. Lukisan kaca yang menjadi tradisi tersebut akhirnya menjadi penanda sebuah kawasan.
Teknik melukis kaca ini menggunakan teknik melukis terbalik, bagian kiri menjadi bagian kanan atau bagian depan menjadi bagian belakang. Model karya ini memiliki efek-efek warna yang terang, tahan lama dan bersih, kecuali bila terjadi kerusakan alias kaca pecah. Namun dalam perkembangan terkini, kerusakan karena pecah bisa diminimalisasi dengan penggunaan kaca film atau dengan menggunakan kaca berkualitas tinggi, kaca mobil.
Pameran ini menyajikan perkembangan terbaru lukisan kaca di Indonesia. Mereka adalah empat orang yang terlahir dengan cara kerja yang berbeda dalam perkembangan seni lukis kaca di Indonesia. Satu pelukis, Ketut Santosa, lahir dari kubangan tradisi yang kental lalu 'keluar'. Kita tahu perkembangan seni lukis kaca tradisional terpusat pada motif cerita wayang, masjid, gereja, kaligrafi dan cerita legenda, seperti seni lukis kaca Cirebon, Jawa, Madura dan lain-lain. Adapun tiga pelukis lainnya yakni Hadi Koco, Rina Kurniyati, dan Nugroho, tidak memiliki hubungan dengan tradisi. Intinya mereka adalah para perupa yang menggunakan kaca sebagai bagian dari cara ungkap pribadi.
Masing-masing memiliki gaya yang sangat pribadi. Ketut Santosa dari Bali misalnya, yang masih memadukan unsur tradisi menggunakan gaya dekoratif dimana lukisan-lukisannya untuk penyuluhan masyarakat tentang kesehatan atau iklan layanan sosial. Sementara Hadi Koco dari Surabaya mengusung gaya realis yang melukis segala hal, termasuk menerima pesanan potret, landscape, maupun lukisan simbolisme. Rina Kurniyati dari Yogyakarta akan menggunakan kaca untuk memadukan dunia sastra dan budaya koleksi mobil-mobil maupun potret selebritis dengan gaya pop/superrealistik. Kemudian ada Nugroho dari Magelang yang kental dengan aroma dan gaya ekspresif, tak terikat oleh gaya, semaunya sendiri, ekperimentatif dan sesekali instalatif.
Pameran ini selain menjadi irisan terbaru perkembangan seni lukisa kaca, bisa dianggap juga sebagai bagian dalam perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia. Suasana keterbukaan dan demokratisasi medium dalam perkembangan seni rupa telah membuka peluang terjadinya berbagai terobosan. Mereka bereempat tampak tidak peduli dengan hiruk pikuk pasar lukisan, tetapi tetap saja berjalan. Mereka bersendiri untuk menggeluti lembaran-lembaran kaca. Mereka luruh dan menggali berbagai kemungkinan dengan caranya masing-masing. Mereka berusaha mengubah pengertian lukisan kaca dari "folksong in paint" menjadi "sosial/personal in paint". Mereka adalah para penjinak kaca. (*)

Sumber: http://jogja.tribunnews.com/2014/07/10/pameran-lukisan-kaca-penjinak-kaca-dibuka-besok

0 comments:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Post a Comment