Tuesday, September 20, 2016

Sejarah seni lukis indonesia

Kesenirupaan yang berkembang di Indonesia tidak banyak diketahui. Hal itu karena karya tulis yang mengupas perjalanan seni rupa masih sedikit dan terbatas pada kalangan akademis. Namun seiring peerjalan waktu dan kemajuan teknologi, sejarah seni rupa di Indonesia mulai jelas. Secara singkat perkembangan kesenirupaan khususnya seni lukis di Indonesia meliputi seni prasejarah, sejaraseni Indonesia-Hindu, seni Indonesia-Islam, dan seni Indonesia Modern.
1. Seni Lukis Zaman Prasejarah Indonesia
Pada zaman prasejarah, seni  lukis memegang peranan penting karena setiap lukisan mempunyai makna dan maksud tertentu. Pada zaman tersebut lukisan dibuat pada dinding-dinding gua. Ditandai dengan menempelkan tangan di  dinding gua, lalu disemprotkan dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna. Teknik menyemprot ini dikenal dengan nama aerograph. Selain itu, media lain dalam pembuatan seni lukis menggunakan media tanah liat. Pewarna yang digunakan berasal dari bahan-bahan alami seperi mineral dan lemak binatang. Pada umumnya tujuan dari pembuatan seni rupa pada zaman ini adalah bersifat magis.
Salah satu conoth karya lukis yang dihasilkan pada zaman prasejarah dapat dilihat di Gua Leang-Leang  Pattakere di Maros, Sulawesi Selatan. Lukisan tersebut menggambarkan adegan perburuan . selain itu, ada juga lukisan pada dinding-dinding gua di pantai selatan Irian Jaya (papua). Lukisan yang terdapat pada tempat tersebut menggambarkan tentang nenek moyang.  Hal yang menarik perhatian pada lukisan di tempat tersebut yang tersebar di daerah yang am,at luas itu adlah siluet tangan yang terdapat di manamana. Cap tangan ini terdapat pula di Sulawesi Selatan, pada lukisan di tebing batu diteluk Sulaeman Seram, di teluk Berau Papua, dan di pulau Arguni dan kepulauan Kei. Selain motif bayngan tangan, motif yang terdapat di banyak tempat ialah sosok maunisa, perahu, matahaari, bulan, burung, ikan, kura-kura-manusia, kadal kaki, dan babi rusa.
2.  Seni Lukis Zaman Hindu Klasik Indoensia
Setelah zaman prasejarah berkhir, bangsa Indonesia telah memiliki berbagai macam keahlian seperti pembuatan batu besar berbentuk piramida beurndak, seni tuang logam, pertanian dan peralatannya, seni pahat, serta pembuatan batik yang dikembangkan dengan menambah unsur-unsur baru pada awal masuknya pengaruh Hindu. Zaman ini meupakan babak baru dalam periodisasi kebudayaan Indonesia dan dapat dikatakan sebagia zaman sejarah karena pada zaman ini telah ditemukan peninggalan berupa tulisan. Hal inio terjadi karena kebudayaan di Indonesia telah terjadi kontak dengan kebudayaan di India. Tema agama merupakan tema yang umum dijumpai pada masa ini, selain tema mitologi, legenda dan cerita sejaarah. Contohnya adalah lukisan Bali Klasik yang berisis cerita Ramayana dan Mahabarata. Gaya yang dipakai pada pahatan dinding candizaman Majapahit adalah gaya eayang dengan komposisi bidang mendatar yang padat dan sarat akan stilasi. Warna lukisan terbatas pada warna-warna yang dapat dicapai bahan alami seperti kulit penyu, daun-daunan, tanah dan jelaga. Lukisan pada umumnya dibuat pada kain memanjang tanpa bingkai, dan tampak seprti gulungan. Seperti juga pahatan dinding candi dan gambar lontar, fungsi dari lukisan Bali Klasik adalah sebagai media pendidikan sesuai dengan ajaran agama atau falsafah hidup zaman Hindu.
Seni lukis di Bali mulai berlangsung ketika kebudayaan Hindu Jawa Timur terdesak oleh kebudayaan Islam. Keberadaan seni lukis yang menyatu dan berakulturasi dengan kebudayaan Hindu menjadi khas dan dikenal oleh berbagai negara hingga kini. Perkembangan seni lukis Hindu-Bali dapat diuraikan dalam tiga bagian, yaitu seni lukis Kamasan, seni lukis Pita Maha, dan seni lukis Seniman Muda.
3.  Seni Lukis Islam Indonesia
Seperti pada zaman Hindu, kesenian Islam di Indonesia berpusat di istana. Seorang seniman tugasnya tidak semata-mata menciptakan karya seni, akan tetapi ia juga seorang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan dan filsafat, di samping mengenal cabang seni lainnya. Pada seni Islam, terdapat suatu pantangan untuk melukiskan motif makhluk hidup dalam bentuk realistis. Para seniman melakukan upaya kompromistis dengan kebudayaan sebelumnya. Dalam hal ini toleransi Islam mendukung proses kesinambungan tradisi seni rupa sebelumnya, tetapi dengan nafas baru, seperti hiasan dengan motif stilasi binatang dan manusia dipadukan dengan huruf Arab, baik dalam penerapan elemen estetis pada mesjid, penggarapan seni kriya, lukisan atau kaligrafi. Adapun pembuatan patung, dibuat demikian tersamar sehingga seolah-olah gambaran ini hanya berupa hiasan dedaunan atau flora. Biasanya lukisan dibuat sebagai hiasan yang menggambarkan cerita-cerita tokoh dalam pewayangan atau lukisan binatang candra sangkala dan tentang riwayat nabi. Adapun bentuk lukisan yang disamarkan seperti lukisan kaca yang berasal dari Cirebon.
4. Seni Lukis Indonesia Baru
Seni lukis Indonesia baru yang berkembang di Indonesia seperti juga kesenian pada umumnya tidak dapat sepenuhnya dipahami tanpa menempatkannya dalam keseluruhan kerangka masyarakat dan kebudayaan Indonesia. Perkembangan karya seni lukis Indonesia dipengaruhi kuat oleh kekuatan sejarah. Seni lukis Indonesia baru berkembang setelah masa seni lukis Islam. dan seni lukis pada masa ini mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan perkembangan senirupa indonesia dimana tokohnya seperti Raden Saleh, Affandi, Basuki Abdullah dan kawan-kawan yang sudah saya pernah posting sebelumnya dan bisa anda baca disini.

Macam-macam Seni Lukis berdasarkan tujuan pembuatannya

Dalam membuat sebuah karya seni lukis, para seniman memiliki berbagai macam tujuan dan alasan pembuatan karya tersebut. Tujuan-tujuan yang dipilih oleh para seniman antara lain tujuan religius, magis, simbolis, estetis, komersil, dan ekspresi.
a.       Seni Lukis untuk Tujuan Religius
Seorang seniman yang memiliki tujuan religius menjadikan lukisan yang dibuatnya sebagai pengabdian yang ditunjukan kepada Tuhan, nenek moyang, atau para dewa, baik politheisme atau monotheisme. Salah satu bentuk lukisan yang dibuat dengan tujuan religius adalah lukisan pada gua leang-leang di Maros, Sulawesi Selatan.
b.      Seni Lukis untuk Tujuan Magis
Seorang seniman yang memiliki tujuan magis menjadikan lukisan yang dibuat untuk mendatangkan magis atau sihir. Lukisan ini bersifat primitif. Akan tetapi, pelukis modern juga banyak yang melukis tema dan motif primitif agar menimbulkan kesan magis. Mereka menganut paham primitivisme. Seniman-seniman yang banyak melukis tema dan motif primitif banyak terdapat di Bali.
c.       Seni Lukis sebagai Tujuan Simbolis
Seorang seniman yang memiliki tujuan simbolis melakukan kegiatan melukis untuk melambangkan suatu cita-cita kehidupan pribadi atau kelompok. Misalnya, cita-cita berupa kebahagiaan, kedamaian, kekuatan, dan kehendak positif yang bermanfaat bagi manusia. Contoh lukisan yang dibuat dengan tujuan simbolis adalah lukisan kepahlawanan Pangeran Diponegoro karya Basuki Abdullah.
d.      Seni Lukis untuk Tujuan Estetis
Seorang seniman yang memiliki tujuan estetis akan melukis dengan sematamata mengutamakan rasa keindahan saja sehingga lukisannya dapat dinikmati sebagai penghias dekorasi. Contoh lukisan yang memiliki tujuan estetis adalah lukisan pemandangan atau lukisan kegiatan masyarakat.
e.      Seni Lukis untuk Tujuan Komersil
Seorang seniman yang memiliki tujuan komersil akan melukis dengan mengutamakan selera pembeli. Contohnya adalah para pelukis di jalan.
f.         Seni Lukis untuk Tujuan Ekspresi
Seorang pelukis yang melukis dengan tujuan ekspresi akan melukis untuk mengekspresikan perasaannya sendiri, tanpa melihat unsur-unsur lain. Di sini seniman benar-benar total mencurahkan semua ekspresi dan perasaannya ke dalam sebuah lukisan. Teknik yang dipakai pun beragam dan biasanya seorang seniman ini mempunyai teknik khas tersendiri.

Sumber: http://www.bilvapedia.com/2013/08/sejarah-seni-lukis-indonesia_3602.html?m=1

Art lesson in smp

seni patung

Pengertian dan fungsi patung
Patung merupakan karya seni berdimensi tiga. Seni patung disebut juga plastic art maksudnya mudah dibebtuk sesuka hati
Berdasarkan tujuan pembuatannya patung ada enam macam yaitu:
 Patung religi, sebagai sarana beribadah
 Patung monumen, untuk memperingati jasa seseorang atau peristiwa bersejarah
 Patung arsitektur, patung yang ikut aktif berfungsi dalam konstruksi bangunan
 Patung dekorasi, patung untuk menghiasai bangunan
 Patung seni, patung yang diciptakan untuk dinikmati bentuknya
 Patung kerajinan, patung hasil karya kerajinan

Corak patung
Dilihat dari perwujudannya, ragam seni patung modern dapat dibedakan menjadi tiga corak , antara lain:
 Corak imitatif (realis/representatif) adalah tiruan dari bentuk alam (makhluk hidup). Perwujudan patung corak ini berdasarkan fisio plastik atau bentuk fisik baik anatomi, proporsi, maupun gerak.
 Corak deformatif, bentuknya telah banyak berubah dari tiruan alam, diubah menjadi bentuk baru berdasarkan imajinasi pematung.
 Corak nonfiguratif (abstrak), secara umum sudah banyak meninggalkan bentuk-bentuk alam untuk perwujudannya. Corak abstrak dipengaruhi oleh aliran konstruksi. Patung dipandang sebagai bentuk konstruksi, yaitu besi, plat, kawat, kayu, plastik dsb.

Ragam patung
Jenis karya patung dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:
 Patung dada, penampilan karya patung sebatas dadan ke atas
 Patung torso, penampilan patung yang hanya menampilkan bagian badan, dari dada, pinggang dan panggul
 Patung lengkap, maksudnya terdiri bagian badan dari bagian atas sampai bagian bawah

Media karya patung
1. Bahan
a.Bahan lunak, maksudnya adalah material yang digunakan empuk dan mudah dibentuk. Misalnya tanah liat,
plastisin, dan sabun
b.Bahan sedang, artinya tidak lunak dan ridak keras. Misalnya kayu waru, kayu sengon, kayu randu, dan kayu
mahoni
c.Bahan keras, dapat berupa kayu atau batu-batuan. Contohnya kayu jati, kayu ulin, batu granit, batu
andesit, batu marmer
Selain bahan-bahan tadi dalam membuat patung kita juga dapat membuat patung dari semen, pasir, kuningan, perunggu, emas, dsb.
2. Alat
a. Butsir
b. Meja putar
c. Pahat
d. Palu
e. Cetakan
f. Kakatua
g. Sendok adonan

Teknik membuat patung
a. Teknit membutsit
b. Teknik memahat
c. Teknik mencetak
d. Teknik konstruksi

Sumber: https://nopik9a.wordpress.com/materi/seni-rupa/seni-patung/

Pengertian Dan Contoh Seni Rupa Murni

Rasanya masih ada yang kurang ketika admin website genggaminternet.com membahas tentang seni rupa, tidak bisa di pungkiri manusia sangat menyukai keindahan. oeh karenanya manusia dari zaman prasejarahpun sudah mengenai apa yang di sebut dengan seni, walapun pada masa itu seni mereka masih sangat sederhana dan tergolong kasar. nah artikel kali ini kita akan menyambung pembahasan terdahulu yakni kita akan membahas mengenai Contoh Seni Rupa Murni, jadi untuk sobat yang penasaran dengan pembahasan serta contoh-contoh seni rupa murni maka sobat wajib untuk membaca artikel ini hingga tuntas, karena saya akan jamin sobat akan mendapatkan informasi seperti yang sobat harapkan, Baiklah mari kita kepokok pembicaraan di bawah ini.

Seni adalah sebuah hasil dari imajinasi atau pengungkapan Ekspresi sesorang dan biasanya memiliki Estetika. Seni rupa juga merupakan salah satu cabang dari seni yang bisa di lihat oleh mata dan juga bisa di rasakan dengan Rabaan. Karya seni rupa ini tercipta dengan cara mengolah dan memadukan konsep yang dapat berupa garis, titik, bidang, volume, bentuk, warna, tekstur dan  juga efek pencahayaan dengan menggunakan Acuan estetika.

Pengertian Seni Rupa Murni
Seni Rupa murni adalah cabang dari seni rupa yang di buat tanpa mempertimbangkan fungsi dan kegunaanya akan tetapi lebih mengutamakan Fungsi keindahaan atau Estetika.Seni rupa murni cenderung lebih bebas dan biasanha memiliki nilai estetika yang sangat tinggi. Sementara itu, Fungsi seni rupa murni hanyalah di gunakan sebagai hiasan atau pajangan saja. Baiklah untuk lebih jelasnya mari kita lihat Contoh-contoh seni Rupa murni di bawah ini.

Contoh Seni Rupa Murni
1. Relief

Relif merupakan gambar ataupun lukisan yang di tampilkan kedalam bentuk Tiga Dimensi atau Trimata, Yang berada di atas bidang dua dimensi atau dwi mata Yang mana relif biasanya terdapat pula pada tugu-tugu peringatan serta terdapat pada candi, Yang pada umumnya relif juga berisi dengan diorama serta memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

2. Patung

Berikutnya adalah patung, yang mana patung bisanya menjadi Expresi dari jiwa manusia, Biasanya manusia membuat patung berbentuk Visual yang membentuk Media Tiga Dimensi, adalah keindahan sebagai tujuan utama dari pembuatan patung. Biasanya pantung dapat berwujud manusia, hewan ataupun yang lainya.

3. Lukisan

Taukah sobat genggaminternet.com apakah lukisan itu.? Lukisan dapat kita artikan sebagai seni yang sengaja di buat dengan cara menggoreskan cat dengan kuas, atau dengan peralatan yang lainya, yang kemudian di lukis pada kanvas sebagai medianya.

4. Kerajinan Gantungan

Sering sekali kita melihat kerajinan yang satu ini, yang mana dahulu saya juga sering membuat berbagai gantungan kunci berbentuk logo facebook, Twitter dan jgua yang lainya, ada juga yang membuatnya dari bambu dan lain sebagainya, Taukah sobat Gantungan kunci atau kerajinan tersebut dapat di katakan sebagai salah satu contoh seni Rupa murni, hal ini di karenakan fungsinya sebagai penghias kunci saja.

5. Kerajinan Dari Keramik

Taukah sobat genggaminternet.com Baik zaman dahulu hingga sekarang terdapat banyak sekali kerajinan keramik yang berbentuk guci atau yang lainya, dengan keindahan yang tida duanya tentunya.

6. Seni Kaligrafi

Kaligrafi adalah salah satu seni yang sering sekali kita jumpai di masyarakat, tidak hanya pada masyarakat Islam, pada masyarakat Cina juga masyur tentang seni kaligrafi ini, yang menekankan pada keindahan.

7. Mozaik

taukah sobat apa itu seni mosaik, Mosaik dapat kita artikan sebagai seni merangkai pecahan atau potongan kecil batu, keramik, atau kaca..

8. Ukiran

Ukiran merupakan seni memahat batu atau kayu untuk menjadikan suatu bentuk atau rupa yang kita inginkan dengan keindahan tentunya. Umumnya ukiran banyak yang memiliki berbentuk makhluk hidup atau bunga. Ukiran biasanya dijadikan hiasan di rumah atau di perkantoran.

9. Fotografi
Seni fotografi merupakan salah satu Expresi dari sang pengambil Foto.

10. Topeng

Dan yang terakhir adalah Topeng, Topeng sudah sagat lama di kenal oleh masyarakat Indonesia yang terbentuk dari plastik, kayu, plastik, kain, atau logam. Topeng dapat di pakai di mana saja, akan tetapi lebih umum di pakai saat pertunjukan tari dan sebagainya.

sahabat genggam internet.com saya Rasa artikel tentang Contoh Seni Rupa murni ini kita cukupkan sampai di sini dahulu ya, di artikel berikutnya InsyaAllah saya akan mencoba membahas pengertian Seni menurut para ahli, yang semoga saja nantinya sobat bisa semakin memahami tentang Seni Rupa, Baik itu seni Rupa Murni atau pun seni Rupa terapan yang sudah kita bahas pada kesempatan yang lalu. terima kasih sudah membaca artikel ini, Sampai ketemu di artikel berikutnya. Selamat Belajar.

Sumber: http://genggaminternet.com/pengertian-dan-contoh-seni-rupa-murni/

PENGERTIAN SENI RUPA DAN CABANG-CABANGNYA

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.

Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni murni, kriya, dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.

Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts

Bidang / cabang-cabang seni rupa,

1.Seni rupa murni
- Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.
- Seni grafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di atas kertas. Kecuali pada teknik Monotype, prosesnya mampu menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan proses cetak. Tiap salinan karya dikenal sebagai 'impression'. Lukisan atau drawing, di sisi lain, menciptakan karya seni orisinil yang unik. Cetakan diciptakan dari permukaan sebuah bahan , secara teknis disebut dengan matrix. Matrix yang umum digunakan adalah: plat logam, biasanya tembaga atau seng untuk engraving atau etsa; batu digunakan untuk litografi; papan kayu untuk woodcut/cukil kayu. Masih banyak lagi bahan lain yang digunakan dalam karya seni ini. Tiap-tiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan sebuah salinan. Karya-karya yang dicetak dari sebuah plat menciptakan sebuah edisi, di masa seni rupa modern masing-masing karya ditandatangani dan diberi nomor untuk menandai bahwa karya tersebut adalah edisi terbatas.
- Seni patung adalah cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi. Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (dengan cetakan).
- Seni instalasi adalah seni yang memasang, menyatukan, dan mengkontruksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran makna tertentu. Biasanya makna dalam persoalan-persoalan sosial-politik dan hal lain yang bersifat kontemporer diangkat dalam konsep seni instalasi ini. Seni instalasi dalam konteks visual merupakan perupaan yang menyajikan visual tiga dimensional yang memperhitungkan elemen-elemen ruang, waktu, suara, cahaya, gerak dan interaksi spektator (pengunjung pameran) sebagai konsepsi akhir dari olah rupa
- Seni Keramik adalah cabang seni rupa yang mengolah material keramik untuk membuat karya seni dari yang bersifat tradisional sampai kontemporer. Selain itu dibedakan pula kegiatan kriya keramik berdasarkan prinsip fungsionalitas dan produksinya. Venus of Dolni Vestonice adalah karya keramik tertua yang pernah ditemukan.

2. Desain
- Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut
- Disain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain). Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak
- Desain industri adalah seni terapan di mana estetika dan usability (kemudahan dalam menggunakan suatu barang) suatu barang disempurnakan. Desain industri menghasilkan kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna atau garis dan warna atau gabungannya, yang berbentuk 3 atau 2 dimensi, yang memberi kesan estetis, dapat dipakai untuk menghasilkan produk, barang, komoditas industri atau kerajinan tangan.
Masih ada beberapa jenis desain dalam seni rupa antara lain : desain Interior, desain Busana.

3.Kriya
Seni kriya adalah cabang seni yang menekankan pada ketrampilan tangan yang tinggi dalam proses pengerjaannya. Seni kriya berasal dari kata “Kr” (bhs Sanskerta) yang berarti ‘mengerjakan’, dari akar kata tersebut kemudian menjadi karya, kriya dan kerja. Dalam arti khusus adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek yang bernilai seni”

- Kriya tekstil
Tekstil adalah barang-barang yang dihasilkan dari proses menenun. Barang-barang tekstil meliputi segala hal yang dibuat dengan cara ditenun dan dirajut seperti kain, pakaian, perlengkapan rumahtangga dan lain-lain. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak ditemukan berbagai karya seni kriya atau seni terapan yang berkaitan atau menggunakan bahan tekstil, antara lain : segala bentuk rancangan tenun, rancangan pakaian, rancangan motif dan rancangan barang-barang rumah tangga dan asesoris, batik, aksesori misal bando, pita, kipas, tas tangan, perlengkapan rumah tangga dan hiasan ruangan misalnya taplak meja, kain korden, hiasan dinding, serbet makan, celemek, sarung bantal, sprei dan sebagainya.

- Kriya kayu
Kriya kayu yaitu kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka dan lain-lain. Contohnya mebel, relief dan lain-lain

- Kriya keramik
Kriya keramik adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, piring dan lain-lain.

Sumber: http://yokimirantiyo.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-seni-rupa-dan-cabang.html?m=1

CONTOH KARYA SENI LUKIS & PATUNG BESERTA APRESIASINYA

*Lukisan The Persistence of Memory 1931

Karya seni lukis dibuat dengan aliran surealisme oleh Salvador Dali  pada tahun 1931 . Lukisan ini ialah gambaran ruang dalaman dan ruang ilusi. Menggambarkan alam semula jadi yang terdapat di dalam latar belakangnya. Menggunakan gabungan warna sejuk (Biru muda , putih) dan warna panas (Coklat kemerah-merahan) yang menunjukkan perbedaan ruang. Imaje jam yang lembut dan hampir cair mewakili massa dan juga pengalaman lampaunya. Media lukis yang digunakan adalah cat minyak di atas kanvas dan berukuran 24 cm × 33 cm .

*Lukisan Jatayu

Lukisan berjudul "Jatayu" dengan gaya/aliran abstrak di buat oleh Afandi tahun 1971 menggunakan media cat minyak di atas kanvas . "Jatayu" dalam cerita pewayangan jawa, merupakan nama burung yang setia dalam pengabdian kepada sang tuanya "Ramayana", kehebatan kesetiaan dan pengabdian Jatayu terkenal pada saat pertarunganya melawan Rahwana, dalam menyelamatkan Dewi Shinta (Istri Ramayana) yang akan diculik oleh Rahwana seorang Raja angkara murka, Jatayu rela mengorbankan jiwa raganya demi menyelamatkan Dewi Shinta, hingga akhirnya Jatayu gugur dalam pertarungan melawan Rahwana tersebut.
Lukisan yang memukau, warna-warna berani, sesuai dengan keberanian sang Jatayu hingga titik darah penghabisan.

*Patung Pancoran (Monumen Patung Dirgantara)

Patung ini dirancang oleh Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 - 1965 dengan bantuan dari Keluarga Arca Yogyakarta. Bahan yang digunakan adalah perunggu dan di buat dengan teknik cor .Pengecoran ini dilaksanakan oleh Pengecoran Patung Perunggu Artistik Dekoratif Yogyakarta pimpinan I Gardono.

Berat patung yang terbuat dari perunggu ini mencapai 11 Ton. Sementara tinggi patung itu sendiri adalah 11 Meter, dan kaki patung mencapai 27 Meter. Proses pembangunannya dilakukan oleh PN Hutama Karya dengan IR. Sutami sebagai arsitek pelaksana .Pengerjaannya sempat mengalami keterlambatan karena peristiwa Gerakan 30 September PKI di tahun 1965. Letak monumen ini berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Tepat di depan kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara yang dulunya merupakan Markas Besar TNI Angkatan Udara. Posisinya yang strategis karena merupakan pintu gerbang menuju Jakarta bagi para pendatang yang baru saja mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

*Lukisan Kapal Laut Dilanda Badai

Lukisan karya Raden Saleh yang berjudul “Kapal Dilanda Badai” (1837) menggunakan media cat minyak di atas kanvas .Merupakan ungkapan khas karya yang beraliran Romantisisme. Dalam aliran ini seniman sebenarnya ingin mengungkapkan gejolak jiwanya yang terombang-ambing antara keinginan menghayati dan menyatakan dunia (imajinasi) ideal dan dunia nyata yang rumit dan terpecah- pecah.  
Dari petualangan penghayatan itu, seniman  cenderung mengungkapkan hal-hal yang dramatis, emosional, misterius, dan imajiner. Namun demikian, para seniman Romantisisme sering juga berkarya berdasarkan pada kenyataan aktual.

Dalam lukisan “Kapal Dilanda Badai” ini, dapat dilihat bagaimana Raden Saleh mengungkapkan perjuangan yang dramatis, yakni dua buah kapal dalam hempasan badai dahsyat di tengah lautan. Suasana tampak lebih menekan oleh kegelapan awan tebal dan terkaman ombak-ombak tinggi yang menghancurkan salah satu kapal. Dari sudut atas, secercah sinar matahari yang memantul ke arah gulungan ombak, hal ini lebih memberi tekanan suasana yang dramatis.

*Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Patung Garuda Wisnu Kencana berlokasi di Bukit Unggasan - Jimbaran, Bali . Patung ini berdiri menjulang di dalam kompleks Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana dan merupakan karya pematung I Nyoman Nuarta . Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara (Sthiti).
Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia . Media patung ini adalah campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton, dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter.

*Patung Singo Edan AREMA

Patung singo edan arema ini berlokasi di kawasan  Taman Trunojoyo Malang , Jawa Timur. Dibuat pada tahun 2014 yang lalu . Patung  yang berjumlah tiga ekor singa , berwarna coklat keemasan dengan ukuran tinggi 7 meter , media pembuatan patung adalah  besi,pasir,dan semen yang di cor dan menggunakan teknik substraktif.

Patung ini dibuat dalam waktu 3 bulan , dan menjadi sebuah ikon di kota malang . Peresmian patung ini diresmikan oleh Walikota Malang, Muhammad Anton

Sumber: http://dk07-ixf-5471.blogspot.co.id/2015/03/contoh-karya-seni-lukis-patung-beserta.html?m=1

Jenis aliran seni lukis dan patung

Sumber: https://www.slideshare.net/mobile/lsaries/jenis-aliran-seni-lukis-dan-patung

Seni pahat

Seni pahat adalah cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi. Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (dengan cetakan). Seiring dengan perkembangan seni patung modern, maka karya-karya seni patung menjadi semakin beragam, baik bentuk maupun bahan dan teknik yang digunakan, sejalan dengan perkembangan teknologi serta penemuan bahan-bahan baru.

Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Seni_pahat